Regina Remi, pengurus Pimpinan Basis F. SERBUNDO di salah satu perkebunan sawit di Kalimantan Timur difasilitasi Koalisi Buruh Sawit (KBS) mengikuti pelatihan sertifikasi ahli K3 dasar, kini tampil sebagai sumber inspirasi bagi rekan-rekannya. Dengan penuh semangat, ia membagikan pengetahuan tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, terutama bagi buruh perempuan yang setiap hari bergelut dengan risiko di lapangan. Sosialisasi yang ia lakukan bukan hanya sekadar penyampaian materi, melainkan juga wujud kepedulian agar setiap buruh merasa terlindungi, dihargai, dan memiliki kesadaran akan haknya untuk bekerja dengan aman. Keberaniannya untuk berdiri di depan dan berbicara lantang tentang keselamatan menjadi bukti bahwa perempuan buruh tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga tangguh dalam memperjuangkan hak-hak dasar mereka.

Dampak dari langkah kecil namun bermakna itu segera terlihat. Perusahaan menanggapi sosialisasi tersebut dengan memperbaharui serta mengganti Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat Pelindung Kerja (APK) bagi seluruh buruh. Perubahan ini bukan hanya soal perlengkapan baru, tetapi juga simbol pengakuan bahwa keselamatan buruh adalah prioritas yang tak bisa ditawar. Kini, para buruh perempuan dapat bekerja dengan lebih percaya diri, terlindungi, dan bermartabat. Kisah ini menjadi pengingat bahwa ketika buruh perempuan berdaya dan bersuara, perubahan nyata bisa tercipta—dari kebun sawit hingga ke hati mereka yang mendengarkan.