• Home
  • Publikasi
    • Artikel & Berita
    • Jurnal Penelitian & Riset
    • Peraturan & Rancangan Peraturan
    • Program
  • Tentang Kami
    • Tentang KBS, Visi-Misi & Struktur Organisasi
    • Koalisi
    • Galeri Foto
  • Kontak Kami
  • Panel Aduan
Menu
  • Home
  • Publikasi
    • Artikel & Berita
    • Jurnal Penelitian & Riset
    • Peraturan & Rancangan Peraturan
    • Program
  • Tentang Kami
    • Tentang KBS, Visi-Misi & Struktur Organisasi
    • Koalisi
    • Galeri Foto
  • Kontak Kami
  • Panel Aduan
  • Home
  • Publikasi
    • Artikel & Berita
    • Jurnal Penelitian & Riset
    • Peraturan & Rancangan Peraturan
    • Program
  • Tentang Kami
    • Tentang KBS, Visi-Misi & Struktur Organisasi
    • Koalisi
    • Galeri Foto
  • Kontak Kami
  • Panel Aduan

Pemerintah Serius Ingin Luncurkan Program Bahan Bakar Minyak Campuran Sawit Sampai 50 Persen

  • Berita
  • Bagikan

KBS – Sejumlah dampak perubahan iklim seperti kekeringan ekstrem, banjir, kenaikan permukaan laut, hingga ancaman gagal panen kini menjadi tantangan nyata di Indonesia yang tak bisa diabaikan Indonesia.

Salah satu cara untuk mengurangi dampak ini, Indonesia segera memproduksi Biodiesel 50 (B50), yaitu bahan bakar campuran yang terdiri atas bahan bakar fosil diesel 50 persen dan bahan bakar dari minyak sawit 50 persen. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan, Biodiesel 50 yang merupakan program nasional itu merupakan upaya pemerintah mempercepat transisi energi dari energi fosil yang kotor menjadi energi hijau yang bebas emisi.

“Ini kalau sekarang kita sudah punya B35, B40, ke depan Pak Presiden menargetkan B50. Jadi, nanti (ada juga) untuk bioavtur, bioetanol, biodiel, banyak dan potensi bioenergi kita besar sekali, ini mencapai 57 GigaWatt, dan kalau yang namanya sawit, rumput laut, kita termasuk yang terbesar di dunia,” kata Wapres Gibran Rakabuming Raka saat berbicara dalam acara Green Impact Festival di Jakarta, Kamis.

Gibran membagikan sejumlah program pemerintah yang berkaitan dengan transisi energi, termasuk di antaranya dukungan terhadap kendaraan listrik, dan komitmen membangun sejumlah pembangkit listrik dari hasil pembakaran sampah (PLTSa).

Alasan pemerintah serius untuk transisi energi, karena krisis iklim merupakan ancaman nyata yang dihadapi bersama, bukan hanya rakyat Indonesia, tetapi warga dunia terlepas di mana pun mereka tinggal.”Saya yakin teman-teman di sini sudah tahu, banyak negara, negara-negara besar di dunia yang saat ini terdampak perubahan iklim karena pemanasan global,” katanya.

  • Penulis

admin@koalisiburuhsawit.org

  • Home /
  • Berita /
  • Pemerintah Serius Ingin Luncurkan Program Bahan Bakar Minyak Campuran Sawit Sampai 50 Persen
  • Bagikan

Peraturan

UU Nomor 40 Tahun 2004 5
UU Nomor 40 Tahun 2004
UU Nomor 13 Tahun 2003 4
UU Nomor 13 Tahun 2003
UU Bandan Penyelenggara Jaminan Sosial 3
UU Bandan Penyelenggara Jaminan Sosial
Perpres Nomor 36 Tahun 2023 2
Perpres Nomor 36 Tahun 2023
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan 1
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan

Rancangan Peraturan

RUU Tentang Komoditas Strategis JPG
RUU Tentang Komoditas Strategis
RUU CIPTA KERJA JPG
RUU Cipta Kerja
Pemaparan Koordinator Buruh Sawit, Atas RUU PBS dan NA PBS
KBS Goes to Campus, berbagi pandangan dalam legal drafting NA dan RUU PBS Campus Atmajaya

Publikasi

  • Jurnal & Penelitian
  • Peraturan & Rancangan Peraturan
  • Artikel
  • Berita
  • KebijakanPrivasi

Tentang Kami

  • Tentang KBS
  • Program
  • Koalisi
  • Galeri

Follow KBS

  • facebook
  • x
  • instagram

© Copyright Koalisi Buruh Sawit 2025. All Right Reserved.