• Home
  • Publikasi
    • Artikel & Berita
    • Jurnal Penelitian & Riset
    • Peraturan & Rancangan Peraturan
    • Program
  • Tentang Kami
    • Tentang KBS, Visi-Misi & Struktur Organisasi
    • Koalisi
    • Galeri Foto
  • Kontak Kami
  • Panel Aduan
Menu
  • Home
  • Publikasi
    • Artikel & Berita
    • Jurnal Penelitian & Riset
    • Peraturan & Rancangan Peraturan
    • Program
  • Tentang Kami
    • Tentang KBS, Visi-Misi & Struktur Organisasi
    • Koalisi
    • Galeri Foto
  • Kontak Kami
  • Panel Aduan
  • Home
  • Publikasi
    • Artikel & Berita
    • Jurnal Penelitian & Riset
    • Peraturan & Rancangan Peraturan
    • Program
  • Tentang Kami
    • Tentang KBS, Visi-Misi & Struktur Organisasi
    • Koalisi
    • Galeri Foto
  • Kontak Kami
  • Panel Aduan

Give To Gain: Langkah Perempuan dari Perkebunan Sawit

  • Artikel, Berita, Perempuan KBS
  • Bagikan

Kabut pagi sering turun perlahan menutupi perumahan perkebunan sawit. Udara terasa dingin dan jalan tanah terasa lembab. Namun, semua itu tak membuat suasana dapur diam oleh perempuan-perempuan hebat yang harus menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya, serta bontot untuk suami yang bekerja. Demikian juga yang dialami oleh seorang perempuan di perumahan perkebunan sawit.

Saat bangun di jam 04.00 dini hari, kemudian membangunkan suami dan mulai bekerja sama. Ia dengan kesibukannya di dapur, dan suaminya dengan setrikaan pakaian kerja mereka dan sang anak. Terkadang sebaliknya, suamilah yang memasak jika dirinya masih terlelap. Hal ini tidak menjatuhkan harga diri suaminya sebagai lelaki, tetapi menjadi prinsip dalam rumah tangga, di mana saling membantu dan membagi tugas, bukan semua pekerjaan rumah tangga harus dibebankan kepada sang istri. Saling mengerti, bekerja sama dengan kasih tanpa ada amarah.

Pukul 05.00, bunyi riuh sepeda motor pak mandor dan karyawan areal yang lalu lalang di depan dan samping rumahnya karena harus melaksanakan kegiatan rutin, yaitu lingkaran pagi. Hal ini membuatnya kadang merasa malu dengan kegiatan rutin yang karyawan lakukan. Karyawan dengan pekerjaan yang menurutnya berat, tetapi bisa mengatur waktu untuk melaksanakan lingkaran pagi yang menjadi ketentuan atau aturan perusahaan.

Belajar dari apa yang dilakukan oleh karyawan areal, apel pagi di SD yang dipimpinnya menjadi kegiatan rutin sampai saat ini. Pukul 06.15, kadang lebih, ia harus berangkat ke sekolah karena tepat pukul 06.30 memimpin apel pagi bersama dewan guru dan TU. Tidak peduli dengan omongan orang di luar sana tentang kegiatan apel pagi yang ia lakukan.

“Dibayarkah hadir jam segitu? Terlalu rajin kalian hadir. Ahhhh, terlalu apa juga harus apel pagi?” dan masih banyak lagi bahasa yang didengar.

Intinya, selagi yang kita lakukan adalah hal yang baik, maka mari bekerja sama dengan kompak dan belajarlah disiplin waktu dari karyawan areal yang melaksanakan lingkaran pagi. Hal baik yang kita lakukan jangan sampai terganggu oleh bahasa miring orang lain. Demikian ungkapan hatinya yang disampaikan kepada semua guru saat apel pagi.

Tahun 2002 menjadi titik awal memulai langkah sebagai seorang guru di sekolah kecil di Divisi 4 Sungai Cengal Estate. Saat itu gedung sekolah masih berupa barak dan hanya memiliki tiga ruang kelas saja, yaitu kelas 1, 2, dan 3. Beberapa tahun kemudian ia bergabung di sekolah induk di SDS Sungai Cengal Estate. Tahun 2016, ia dimutasi ke SDS Bebunga Estate karena kondisi tubuh kurang sehat pasca operasi caesar. Setiap hari ia berdiri di depan kelas dengan satu keyakinan: “Pendidikan adalah harapan.”

Perjalanan panjang itu akhirnya membawa perubahan saat ia dipanggil oleh manajemen Bebunga Estate untuk mengikuti tes sebagai calon kepala sekolah, dan terpilih serta dipercayakan menjadi Kepala Sekolah SDS Bebunga Estate. Tanggung jawab itu bukan hanya tentang memimpin sekolah. Baginya, itu adalah amanah untuk menjaga harapan banyak anak yang lahir dan tumbuh di tengah perkebunan sawit.

Namun hidup membawanya lebih jauh dari sekadar ruang kelas.

Sejak tahun 2011, ia dipercayakan oleh perusahaan sebagai Ketua Komite Gender di Cengal Estate, dan berlanjut ketika sudah di Bebunga Estate sampai saat ini, setelah nama Komite Gender berganti menjadi KKPP.

Dari sinilah ia mulai benar-benar melihat kehidupan perempuan di perkebunan sawit dari sisi yang lebih dalam. Banyak perempuan bekerja keras setiap hari—mengurus rumah, merawat anak, sekaligus membantu menopang ekonomi keluarga.

Mereka kuat.

Mereka tangguh.

Tetapi sering kali mereka tidak menyadari betapa berharganya diri mereka.

Pengalaman itulah yang perlahan menumbuhkan keberanian dalam dirinya untuk melakukan lebih banyak hal. Tahun 2020 menjadi titik baru ketika ia mulai terlibat dalam Serikat Buruh/Serikat Pekerja, bahkan di tingkat Federasi SP. Untuk pertama kalinya keterlibatan perempuan dalam mengambil keputusan, ia dipilih oleh pimpinan Federasi SP untuk mewakili gender dalam perumusan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) bersama pimpinan manajemen.

Dari sana langkahnya semakin luas hingga terhubung dengan berbagai organisasi di luar perusahaan, bukan saja di tingkat nasional tetapi juga tingkat internasional.

Aku bertemu banyak perempuan.

Perempuan yang memiliki cerita perjuangan.

Perempuan yang pernah merasa takut bersuara.

Perempuan yang ingin bangkit, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.

Dari setiap perjalanan itu aku belajar satu hal penting:

“Perempuan tidak boleh berjalan sendiri.”

Itulah ceritanya saat berbagi kisah untuk memotivasi perempuan-perempuan di perkebunan sawit ketika pulang dari perjalanan dinas.

Hari Perempuan Sedunia ke-115 dengan tema “Give To Gain” terasa dekat dengan perjalanan hidupnya. Memberi dukungan kepada perempuan lain. Memberi keberanian bagi mereka yang masih ragu. Memberi ruang bagi perempuan untuk berkembang dengan merangkul mereka untuk terlibat dalam setiap kegiatan KKPP di tingkat perusahaan, Komite Gender di tingkat federasi, bahkan di organisasi di luar perusahaan.

Karena sesungguhnya ketika kita memberi, kita tidak akan kehilangan apa pun. Justru akan ada regenerasi dalam kepengurusan. Akan ada perempuan-perempuan yang berani bersuara untuk hak-hak mereka. Akan ada perempuan-perempuan yang pada akhirnya tahu bahwa diri mereka sangat berarti dan berharga.

Hari ini ia masih berjalan di antara kebun sawit yang sama. Masih melihat anak-anak yang berlari ke sekolah sambil bercanda dengan temannya. Masih bertemu dengan perempuan-perempuan yang bekerja keras setiap hari.

Kini ia melihat sesuatu yang lebih besar dari sekadar rutinitas hidup di perkebunan.

Ia melihat harapan.

Harapan bahwa perempuan di perkebunan sawit juga bisa bermimpi besar. Harapan bahwa suara mereka juga bisa didengar. Harapan bahwa ketika perempuan diberdayakan, perubahan tidak hanya terjadi pada diri mereka sendiri.

Perubahan itu akan menyentuh:

Keluarga.

Masyarakat.

Perusahaan.

Bahkan dunia.

Perjalanannya mungkin dimulai dari sebuah sekolah kecil berupa barak di tengah perkebunan sawit. Namun hari ini ia percaya, setiap langkah kecil yang ia lakukan untuk perempuan lain akan menciptakan perubahan yang besar.

Saat ini sudah banyak perempuan-perempuan yang berperan di KKPP, Social Dialog, SP, dan federasi, KBS, TURC, bahkan IPOWU dan menjadi tempat menyuarakan hak-hak mereka. 

Karena pada akhirnya, kekuatan perempuan tidak hanya terletak pada apa yang mereka miliki, tetapi pada apa yang mereka berikan.

Memberi bukan berbentuk barang, tetapi memberi dalam arti memotivasi, memberikan edukasi tentang kesetaraan gender dan hak-haknya secara langsung atau lisan dalam pertemuan-pertemuan, atau bisa juga lewat WA Group.

Dan dari setiap keberanian untuk memberi itulah, kita semua akan gain—tumbuh, kuat, dan berjalan bersama menuju masa depan yang lebih baik.

Mari bersama tunjukkan bahwa langkah perempuan di perkebunan sawit juga bisa memberikan perubahan.

  • Penulis

Penulis Koalisi

  • Home /
  • Artikel /
  • Give To Gain: Langkah Perempuan dari Perkebunan Sawit
  • Bagikan

Peraturan

UU Nomor 40 Tahun 2004 5
UU Nomor 40 Tahun 2004
UU Nomor 13 Tahun 2003 4
UU Nomor 13 Tahun 2003
UU Bandan Penyelenggara Jaminan Sosial 3
UU Bandan Penyelenggara Jaminan Sosial
Perpres Nomor 36 Tahun 2023 2
Perpres Nomor 36 Tahun 2023
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan 1
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan

Rancangan Peraturan

RUU Tentang Komoditas Strategis JPG
RUU Tentang Komoditas Strategis
RUU CIPTA KERJA JPG
RUU Cipta Kerja
Pemaparan Koordinator Buruh Sawit, Atas RUU PBS dan NA PBS
KBS Goes to Campus, berbagi pandangan dalam legal drafting NA dan RUU PBS Campus Atmajaya

Publikasi

  • Jurnal & Penelitian
  • Peraturan & Rancangan Peraturan
  • Artikel
  • Berita
  • KebijakanPrivasi

Tentang Kami

  • Tentang KBS
  • Program
  • Koalisi
  • Galeri

Follow KBS

  • facebook
  • x
  • instagram

© Copyright Koalisi Buruh Sawit 2025. All Right Reserved.